Selamat Datang Di Blog Saya. Semoga Dapat Membantu.

Cherry Belle.

















Sahabat Selamanya




Pagi yang cerah. Mentari mulai menampakkan sinarnya. Burung berkicau. Alarm Hp-ku berbunyi mebangunkanku pagi ini. Segera aku meyambar handuk dan melankah ke kamar mandi. Setelah siap dengan seragam putih-biruku aku menuju ke ruang makan.

'Pagi kak Rafa, pagi ma, pai pa' Sahutku kepada mereka.
'Pagi juga Aline' Sapa mereka kepadaku.
Namaku Aline Sagitta Arienta ahahaha keren ya ? Panggil aku aline aja deh. Aku anak SMP Nusa Bansa kelas 7. Aku punya kakak loh namanya kak Rafa di kelas 9. Disekolah ini aku memiliki sahabat yan bernama Sisil dan Virgo.
'Ma, aku berangkat ya Assalammualaikum' sahutku sambil menyambar tas dan naik kemotor yang dari tadi sudah dinyalakan oleh ayah ku.
Pelajaran metematika yang membuat aku mengantuk berat. Buatku metematika itu pelajaran yang paling menakutkan seumur hidup. Bukan apa-apa karena aku paling gak suka yang namanya hitung-hitungan. Akhiranya istirahatpun tiba aku segera mengambil ancang-ancang untuk kabur ke kantin dan membeli beberapa makanan ringan untuk dimakan. Setelah itu aku kmbali lagi ke kelas. Dikelas aku langsung duduk di lantai dekat loker kelas kami dan mengobrol.
'Oh ya hari ini katanya ada anak baru loh' Seru Sisil dengan semangat 45 'Katanya dia bakal masuk kelas kita habis istirahat ini?' Lanjutnya
' Terus ?' tanya kami semua penasaran yang lansung membuat Sisil mati gaya saat itu juga. Tentu saja kami langsung tertawa. Sisil memang anak yang enak diajak bercanda.
Tak lama bel masuk berbunyi kami duduk dibangku masing-masing. Tak lama Bu Ina masuk sambil membawa anak perempuan yang menurutku lumayan. Nama dia adalah Yasmin. Dari wajahnya terlihat sosok dia yang jutek dan cuek bebek. Yaaah kesan pertama bertemu dengannya sepertinya menyenangkan. Namun, anggapanku salah ! Dia anak yang nyebelin abisss (rada alay ya wkwkwk). Dia duduk di bangku paling sudut di belakang. Senang rasanya melihat anak itu terasin duduknya.
Istirahat kedua aku berusaha mengubah kesannya yang jutek, cuek, sombong dan nyebelin menjadi anak yang yaaah . . . Menyanangkan. Namun, itu tidak berhasil dia malah menorongku hingga jatuh. Sontak saja Virgo, Sisil dan teman-temanku menolongku. Kini mereka malah membenci Yasmin.

Cerita Remaja

Bukan Ayahku
Aku dihadapannya sekarang. Setelah kemarin sempat shock dengan kehadirannya yang tiba2.Entahlah, aku bingung untuk menentukan rasa yang kurasakan saat ini, sedih kah, marahkah, benci kah , senangkah atau malah biasa saja.


Aku bingung. Rasa ini terlalu berat untuk ku angkat ke permukaan , sehingga aku sendiri pun tidak bisa menjamahnya, sambil menatapnya aku mencoba menerka nerka  rasa mana yang tepat untuk ku persembahkan di situasi ini, aku masih bingung, pun pada saat ia terus bercerita tentang keadaannya selama ini, selama 16 tahun menghilang dari ku dan ibu. Ekpresi ku masih biasa di depannya, jujur aku bingung, mungkin dia mengira, aku sudah menentukan sikap untuknya. Ia berusaha meyakini ku kalau dia menyesal, aku tidak bisa melihat itu di tengah keadaan ini, terlebih seorang wanita cantik, kira2 15 tahun lebih muda dari ibu, duduk manis menenangkannya, menemaninya dengan setia untuk membuat sebuah pengakuan, pengakuan yang sebenarnya tidak ku perlukan, pengakuan yang berawal dari perjumpaan yang tidak di sengaja, pengakuan yang dibuat dan tertahan selama 16 tahun, wow, akupun takjub.

Inikah dia, ayahku??

Ayah yang seingatku selalu memanjakanku di saat sebelum kepergiannya, ayah yang selalu membanggakanku di setiap ucapannya. Dan, ayah yang kulihat terbujur kaku dirumah kecil kami 16 tahun yang lalu, ibu yang menjerit jerit saat itu, tidak mendorongku untuk mengeluarkan air mata setetes pun, saat itu ku tak tahu apa sebabnya. Ayah telah tiada, itu fakta 16 tahun yang lalu. Semua sanak saudara dan para tetangga turut dalam pemakaman jenazah ayah. Hari hari berikutnya aku dan ibu menjalani hidup di kota asing, hanya kami berdua, dan aku bahagia, aku sama sekali tidak merasa kehilangan, entahlah apa sebabnya. Aku sangat menikmati hidupku yang terbilang sulit dalam segi materi, tapi ibu terus memenuhi kebutuhanku semaksimal mungkin. Aku 9 tahun waktu itu dan keadaan tidak berubah sampai aku lulus SMA. Baru kemudian aku mengambil peran menjadi tulang punggung setelah aku bekerja di gallery furniture. Gaji yang lumayan, kehidupan kami pun berubah sedikit demi sedikit. ibu bahagia, aku tumbuh menjadi anak yang berbakti, tentu, aku sangat mencintai ibu , wanita juara satu seluruh dunia, hei itu berlebihan kawan, biarlah, toh aku anaknya.

Dan sekarang, setelah waktu berjalan sesuai dengan yang ku harapkan, di hadapanku duduk dengan tegak sosok yang aku dan ibu kira telah tiada, entah bagaimana ceritanya tadi, tentang ‘permainan’ nya di 16 tahun lalu yang begitu nyata, aku tidak memperhatikan, tidak lain karena aku masih bingung menentukan rasa dan sikap yang tepat. Aku pun tidak mau tahu, dengan cara apa ia bisa menahan nafasnya dan bangkit dari kubur itu, akh, ayah, aku bingung, harus bersikap apa padamu saat ini.

“ ayah khilaf, memilih meninggalkanmu dan ibu dengan cara yang . . .”

“aman . .” jawabku spontan, untuk pertama kalinya aku merespon kalimat panjangnya. Yeah, ayah meninggalkan kami dengan cara yang aman, dia telah mati, maka tidak ada yang tersakiti, kami berpikir ini takdir Tuhan, tapi rupanya, ayah punya rencana lain untuk menjadi orang kaya dan terhormat, ia tidak mampu hidup miskin dengan ibu, ia memilih obat bius  untuk menghentikan nafasnya dan telah menepati janji dengan wanita kaya. Aha, aku ternyata memperhatikan sedikit kalimatnya tadi.

Kebingungan ku sedikit mereda, aku mulai tenang, maksudnya tidak sebingung tadi, aku mulai menimbang nimbang sikap yang tepat. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk tersenyum, “ ayah . .” ucapku yang sekejap membuatnya terharu. Aku mengatur kalimat, berharap ia mengerti kalimatku.

“ayah ga salah, aku, juga ibu. Ayah juga ga terlalu baik, aku , pun juga ibu. Kita hanya manusia biasa, yang ga lepas dari khilaf, kita ga sempurna ayah. Untuk pertemuan ini, anggap ga pernah terjadi, biarkan semua berjalan seperti sebelumnya, antara aku dan ayah sudah selesai”

Ayah syahdan membelalakkan matanya pertanda terkejut, tepatnya seperti orang tercengang. Aku tidak merespon hal itu, aku bangkit dari dudukku dan bergegas meninggalkan rumah mewahnya. Ku dengar ayah memanggil manggil namaku, aku tidak perduli, tetap berjalan tenang menuju pintu gerbang dan menyetop taksi.

Kejadian ini tidak akan sampai ketelinga ibu, biarlah ia mengira semua seperti selama ini, dalam benaknya, tetap ada sosok suami yang telah meninggalkannya untuk selama lamanya. Biarlah ibu, menjalani sisa hidupnya dengan hanya tawa dan senyum riang bersama cucunya, bayiku, buah cintaku bersama mas Arya. Tidak tahu kenyataan itu lebih baik, dari pada tahu tapi ibu sakit hati. Menerima kenyataan ayah meninggalkannya dengan cara yang kusebut aman.

Tapi tiba2, masih didalam taksi, aku berubah pikiran untuk kembali kerumah ayah, aku merasa ada suatu hal yang harus kutunjukkan kepadanya, aku mengeluarkan foto bayiku yang terlihat lucu dari dalam tas, inilah hal itu, ayah harus tahu, ia mempunyai cucu, entahlah, kurasa ini tidak penting tetapi harus kutunjukkan. Aku menyuruh supir taksi untuk kembali kerumah mewah di jalan mawar tadi.

Sesampainya dirumah ayah, aku langsung dikejutkan dengan kerumunan orang2 dirumahnya, ramai sekali. Ada apa, pikirku. Bisik bisik orang2 itu sedikit kudengar, “ iya kasihan ya, kok bisa tiba2 gitu meninggalnya”. Hah?? Aku terperangah, ayah meninggal, oh tidak tidak, ayah pasti sedang menggunakan obat bius seperti 16 tahun silam.

Aku menuju ruang tamu, kudapati ayah sama seperti 16 tahun yg lalu, terbujur kaku didalam peti, secepat ini, baru 20menit aku naik taksi dan dia sudah seperti ini. Yang benar saja, celetukku dalam hati. Lalu wanita tadi yang kuduga istrinya, menghampiriku, “ ayah terkena serangan jantung”. “ oh ya??” kataku tanpa respon bersedih. Aku masih berpikir ini semua palsu,ini permainannya lagi. Aku dengan santai memberikan foto bayiku kepada wanita tadi, “ berikan ini kepadanya nanti, kalau obat biusnya sudah hilang dan ia sudah hidup lagi, bilang ini cucunya” kataku sambil berlalu.

“ dia tidak akan hidup lagi, ayahmu benar benar telah pergi, jantungnya tidak lagi berdetak” kalimat wanita itu menghentikan langkahku. “ dan mulai hari ini, kau adalah pemilik tunggal semua kekayaannya, kemarin setelah bertemu denganmu, ia mengubah semua surat wasiatnya, tidak ada hak untukku dan kedua anak kami” lanjut wanita itu.

Aku langsung terjerembab, terjatuh seperti kelubang tanpa dasar. sedetik aku menyesal, sekejap aku bersedih, semenit aku marah, lalu benci terus begitu, perasaan yang tidak kudapati tadi, kini datang bergerombol dan bertubi tubi. Aku rasakan lututku lemas, ayah benar2 telah tiada, ini bukan sandiwara, jelas sekali, ia menyerahkan semua hartanya, dan kutahu, orang yang tiada tidak membutuhkan itu. Berarti, benar kata wanita itu, aku pewaris tunggal  kekayaan ayahku. Dan ayahku, memang telah meninggal dunia. Berkali kali aku meyakini hatiku, bahwa ayah telah tiada.

Dan saat hatiku mulai yakin, orang orang itu bersiap membawa jenazah ayah ke pemakaman. Kali ini aku menangis, yah, aku menangis, tangisan yang tertunda selama 16 tahun. Aku jadi mengerti kenapa saat itu aku tidak menangis, ialah karena memang tidak ada yang benar2 pantas untuk di tangisi, kenyataannya, hari ini lah, hari sebenarnya ayah menutup mata.

Senja telah merangkak naik, aku harus pulang. Kuulurkan tangan kepada wanita itu yang masih sembab matanya. “ sampai disini, aku harus pulang, jika nanti kita bertemu dijalan, anggap kita ga pernah saling kenal” kataku pelan. Wanita itu sedikit terkejut, lalu katanya “ mengenai  hak mu, kapan mau kau urus?”. Aku tersenyum, lalu menggeleng pelan “ menerimanya, sama saja dengan menyetujui sikapnya yang dulu, aku sudah cukup bahagia dengan kehidupanku yang sekarang, aku minta, untuk tidak melibatkan ku dalam wasiat itu. Terimakasih” aku pun berlalu dari hadapan wanita itu, berharap tidak ada hal yang mempertemukan kami kembali.

Aku menyetop taksi dan ingin segera sampai dirumah. Hari yang melelahkan, perasaan yang kacau dan pemikiran yang jauh dari logika, semua ada di diriku hari ini. Dan hanya ada satu yang bisa menghempaskan semua itu.

Berkumpul bersama keluarga kecilku, ibu, suami dan bayiku.

Kisah hari ini telah kutinggalkan di pintu gerbang rumah mewah tadi, tidak ku bawa ke rumah dan kupastikan tidak sedikitpun kata kataku yang menyinggung tentang cerita hari ini. Ibu, selamanya ayah tetap suamimu, kakek dari anakku dan mertua dari mas Arya, tapi bukan lagi… ayahku.

Pramuka Tari Komando.

short card

Sahabat Adalah Sahaba





Malam yang begitu indah tak mampu menghapus kebimbanganku akan cinta. Aku tak pernah mengerti arti cinta yang sebenarnya. Aku selalu terluka sebelum aku merasakannya. Indahnya disayangi belum pernah aku dapati. Kenapa aku selalu mencintai orang yang tak mencintaiku, sementara aku selalu menyia-nyiakan orang yang menyayangiku dengan tulus. Apakah ini karma untukku? Hatiku begitu bimbang, perasaanku begitu jelas terpancar diwajahku. 


Malam minggu yang begitu ramai di kota tua tak sedikitpun membuyarkan keresahan hatiku. Maya begitu setia menemaniku. Kami berdua hanya terdiam diramaian kota tua. Maya tak mengeluh meski selama berada ditempat ini aku hanya terdiam. Maya tak berhenti bercerita, walau ku tak mendengarnya dia tetap bercerita. Maya teman terdekatku selama di Jakarta. Dikota ini aku jauh dari orang tua maupun sanak saudara, jadi Maya lah tempatku bersandar.

Rasa bimbangku mulai berkurang ketika kulihat sekumpulan anak muda yang sedang beratraksi sepeda. Mereka begitu ceria beratraksi, seakan tak ada beban yang mereka pikul. Keceriaan mereka seakan menyadarkan aku , kita tak harus sedih untuk sesuatu yang semu. Begitu hebatnya para bikers itu, aku ingin mengenalnya walau hanya untuk teman.  He, he, he

Tak terasa malam sudah kian larut, saatnya aku dan Maya pulang. Saat kembali ke messku, aku kembali dirundung dilema. Aku sangat bingung dengan perasaan yang aku rasakan. Aku memiliki teman cowok yang sangat dekat dengan ku Indro biasa ku panggil dia. Aku sangat dekat dengannya, bahkan melebihi seorang sahabat. Terkadang sahabatku cemburu ketika dia ngobrol denganku. 

Dia selalu menuruti semua apa yang kuminta darinya. Namun aku tak tau apa dia memiliki perasaan yang berbeda kepadaku. Dulu aku tak pernah menyadarinya, justru aku suka kepada sahabatnya. Rifki pria idaman semua wanita disekolahku yang aku suka. Namun karena kesalahanku dimasa lalu mungkin membuatnya ilfeel kepadaku. Dulu diawal masuk SMA, aku pernah iseng-iseng nembak dia. Namun saat itu dia menanggepin dengan serius, sehingga membuatku merasa bersalah sampai sekarang.

Sudah dua tahun aku naksir berat pada Rifki. Namun kayaknya Rifki tak pernah memperdulikan aku. Dia selalu membuatku cemburu, dengan mengajak teman2 ceweku ngobrol, sementara aku terus-terusan dicuekin. Perasaan itu harus kurasakan selama kurang lebih 3 th. Kita terus-terusan sekelas, dan dia tetep dengan sikap dinginnya kepadaku. 

Aku tak pernah ngerti kenapa dia bisa segitunya kepadaku? Sampai sekarang pun aku masih bertanya kenapa dia memperlakukan aku seperti itu. Tapi itu tak menciutkan diriku, karena semasa SMA ku memiliki banyak sahabat yang selalu mendukung semua yang apa kukerjakan termasuk Indro. Sehinnga aku sedikit tak mempedulikan Rifki, walau aku sebenarnya tersiksa juga.

Diawal aku mulai kerja, aku ingin sekali ada seseorang yang dekat denganku menanyakan gimana hari pertama kerja? Setelah kutunggu ternyata orang pertama menanyakan hal itu adalah Indro. Ketika perpisahan sekolah aku merasakan ada perasaan aneh kepada Indro. Aku ngrasa dia adalah bagian dari hidupku yang susah aku tinggalkan. Mungkin karena perhatiaanya yang berlebihan semasa sekolah dulu, membuatku ingat kepada dia. Semakin berjalannya waktu dan jauhnya tempat kita berada membuatku semakin merindukan keusilannya dan kata-katanya ketika dia bercanda denganku.

Apakah sebenarnya Indro memiliki perasaan yang sama denganku. Aku begitu sulit melupakannya. Melupakan Rifki jauh lebih mudah ketimbang harus melupakan Indro. Hanya Indro yang membuatku sampai meneteskan air mata. Sebelumnya aku belum pernah menangis karena cinta. Indro satu-satunya pria yang selalu mempermainkan perasaanku. Tapi entah kenapa aku selalu dapat memaafkannya. Aku heran dengan diriku yang sekarang?? Aku begitu rapuh dihadapan Indro. Walau ku mencoba mengalihkan pandanganku kepada Pria lain, namun akhirnya bayangan Indro yang kembali muncul.

Sudah hamper 6 bln aku tinggal diJakarta, namun belum juga kutemukan perasaan sedalam kepada Indro. Aku sebenarnya ingin mengetahui perasaan Indro terhadapku. Jika memang dia menganggapku hanyalah sahabatnya aku akan terima. Namun jangan bimbangkan hatiku seperti ini? Sampai akhir tulisan inipun aku belum menemukan jawaban atas perasaanku terhadap Indro. Namun aku akan mencoba menganggap Indro menjadi Sahabat terindahku, dirimu takkan bisa digantikan dengan siapapun. Thanks Ndro’ engkau telah membuatku mengubah persepsiku kepada dirimu.
Sumber :  dari internet klik disini

Video bulan.

Video Lucu

Puisi




                                                 Sahabat Sejati

Puisi Tentang Sahabat Sejati


aku takut dan risau
punya sahabat hanya sementara
walaupun seteguh batu karang di lautan
tapi hati ku kian suram tanpa sahabat sejati


sahabat yang dulu teman sejati
kini hanya tinggal sejarah
yang terpahat hebat di fikiran dan dada ku


adakah semua ini suratan takdir
yang hanya sementara untuk nama seorang sahabat
datang tak di jemput dan pergi tak di hantar..
aku ingainkan cukup seorang sahabat yang mampu di sisi
saat suka dan duku bersama..


sahabat sejati ku,
aku hanya manusia kerdil yang hanya ingin menjadi sahabat yang terbaik
di mata seorang sahabat yang mengerti perasaan ku wahai sahabat..
aku tahu kekurangan diri ku..aku tahu apa kelebihan ku
dan aku tahu semua itu...


tapi sahabat,
tanpa mu di sisi ibarat aku dalam kegelapan di dunia serba moden ini..
aku ingin di tegur oleh seorang sahabat..
aku ingin gelak tawa bersama² sahabat..
aku ingin sahabat yang baik..
dan aku inginkan sahabat yang sejati untuk selamanya
bukan seorang sahabat yang hanya ada bila aku senang
dan pergi bila aku susah..
aku TIDAK mahu begitu..
aku hanya inginkan sahabat susah dan senang..


itulah sahabat yang betul² sejati...

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Apa yang dapat membuat mu senang?

About Me

Foto Saya
Jonathan Baene
Bogor, Jawa Barat, Indonesia
Nama Saya Jonathan Baene Saya Sekolah Di SMK Wikrama Bogor. Saya sangat suka dengan musik dan IT, saya berharap setiap yang mengujungin blog saya ini, mendapatkan sesuatu yang baru.
Lihat profil lengkapku